Pdf contoh proposal minta bantuan dana forward this error screen to 170. Bagi Anda yang sekarang duduk di kelas XII SMA, selain mempersiapkan diri untuk UN, tentu juga telah menentukan akan ke mana setelah lulus?

Kriteria memilih jurusan sesuai dengan cita-cita dan minat kalian harus menjadi pertimbangan utama. Baru setelah itu ke pertimbangan yang lainnya. Mengenali cita-cita dan minat bukan perkara mudah. Pertimbangan nilai akademik belum bisa sepenuhnya menggambarkan secara utuh cita-cita dan minat sesorang. Perlu standar yang lain untuk mengenal lebih dalam bakat dan kemampuan. Makanya, selain tes potensi akademik juga membutuhkan ukuran-ukuran yang lain agar nanti jurusan yang dipilih benar-benar susuai dan tepat dengan kemampuan dan karakter anak. Selain itu, memilih jurusan bukan urusan yang mudah dan juga bukan persoalan yang berat.

Gegabah memperhitungkan segala aspek dalam memilih jurusan akan berakibat fatal bagi masa depanmu. Sebab, pilihan nanti bakal berpengaruh besar pada akademis, psikologi, maupun pergaulan kalian di bangku perkuliahan. Nah, di bawah ini ada beberapa kriteria atau kiat dalam menentukan jurusan yang akan diambil kelak. Tuhan menciptakan manusia dengan dengan kemampuan berbeda-beda. Ada yang memiliki kemampuan unik, mengagumkan dan luarbiasa. Sehingga ada sebutan anak jenius, laduni atau sematan yang lain.

Ada juga, dan ini yang terbesar dan terbanyak, dengan kemampuan yang masih perlu digali, ditemukan, diasah dan dilatih sedemikian rupa sehingga akan menemukan bakat yang terpendam tersebut. Dunia kerja, membutuhkan kemampuan yang spesifik namun mumpuni. Bukan banyak tahu namun kemampuannya setengah-setengah. Karena itu, kenali betul diri kalian, suara hati. Kamu harus bisa jujur pada diri sendiri, jujur menerima semua jawaban dibenakmu.

Menurut Ubaydillah, AN dalam Peran Orang Tua Dalam Memilih Jurusan Kuliah, ada beberapa cara atau tahapan yang bisa ditempuh untuk membantu kalian menemukan cita-cita, minta dan bakat. Melihat hasil tes bakat yang dilakukan oleh lembaga profesional di sekolah atau lembaga kredibel dan akuntabel melakukan tes tersebut. Menyimak penilaian, komentar, atau opini orang yang terpercaya tentang kelebihan kalian. Kalian bisa meminta saran dan masukan dari wali kelas, guru privat, dll. Melihatnya dari garis keturunan atau faktor jenetik keluarga kalian.

Melihat dari karakteristik individual yang sering muncul ketika kalian berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, cenderung menjad pemimpin, suka menjadi tempat curhat, tempat bertanya pelajaran, dll. Berdasar kegiatan tertentu yang membuat kalian tertarik untuk melakukannya secara alami, misalnya menulis, mengajar, dan seterusnya. Merasakan kegiatan tertentu yang membuat kalian dengan cepat mempelajari dan menguasainya.

Mengenali kegiatan yang langkah-langkahnya muncul secara otomatis dari dalam diri kalian, misalnya begitu diajari satu hal, kalian sudah tahu sendiri hal lainnya yang berhubungan. Melakukan kegiatan yang secara tidak kalian sadari dapat dilakukan dengan baik. Berdasarkan kegiatan yang membuat kalian puas bila melakukannya, merasa tidak ada beban, dan senang melakukannya. Menimbang-nimbang hobi, klub, atau lingkungan yang ingin kalian masuki. Melihat nilai akademik, baik formal, non formal atau informal. Melihat kemampuan teknis tertentu yang bisa kalian kuasi dengan cepat dan bagus.

Baru setelah ittu kalian mengumpulkan informasi selengkap mungkin. Juga , lokasi dan biaya kampus yang kalian pilih. Yang terakhir bisa kalian lihat prospek kerja dari jurusan tersebut. Semua yang dipaparkan diatas sifatnya adalah alat bantu. Berhasil atau tidak, ukurannya bukan pada cita-cita, bakat dan minat.

Tapi, seberapa besar kalian dengan sungguh-sungguh menggapai mimpi kalian tersebut. Menemukan bakat bukan satu-satunya faktor sukses. Masih bnyak faktor yang lain, butuh motivasi, relasi, kompetensi, dan nilai-nilai yang memperkokoh jiwa dan laku kalian. You are commenting using your Twitter account.

News Reporter